Laman

Rabu, 12 Desember 2012

Profil KTM Rambutan-Parit Kabupaten Ogan Ilir


Gambaran Umum Kawasan

Wilayah KTM Rambutan-Parit telah ditetapkan berdasarkan SK Gubernur Sumatera Selatan Nomor 273/KPT/TPH/2003 sebagai Pusat Kawasan Agropolitan dan juga terdapat UPT Rambutan dan UPT Parit.

Kawasan terletak di Kabupaten Ogan Ilir provinsi Sumatera selatan. Luas wilayah Kabupaten 266.610 Ha yang terbagi atas 16 kecamatan dengan jumlah penduduk 356.493 jiwa atau 89.123 KK. Kabupaten Ogan Ilir merupakan kabupaten baru hasil Pemekaran dari Kabupaten Ogan Komering Ilir sesuai dengan Undang-undang Nomor 37 Tahun 2003. kedudukan Kabupaten Ogan Ilir sangat strategis mengingat posisi Kabupaten ini merupakan hinterland dari Kota Palembang yang merupakan pusat kegiatan utama di Propinsi Sumatera Selatan yang dilalui oleh jaringan jalan regional Palembang – Indralaya – Kayu Agung – Martapura – Lampung, dan Palembang – Indralaya – Muara Enim. Selain jalur transportasi jalan raya Kabupaten Ogan Ilir juga dilintasi jaringan rel kereta api Lintas Sumatera.
Kawasan Sungai Rambutan-Parit ini meliputi 5 desa dan 2 UPT yaitu desa Parit, desa Sungai  Rambutan, desa Lorok, desa Purnajaya dan desa Bakung. Sedangkan lokasi transmigrasi terdiri dari UPT Rambutan I dan UPT Parit I. Luas wilayah kawasan ini 34.933 Ha dan jumlah penduduk 7.598 jiwa atau 1.898 KK.
Potensi kawasan ini menampung transmigran sekitar 1500 - 2000 KK, dan yang sudah penempatan sejumlah 450 KK. Penempatan baru (UPT) direncanakan  sebanyak 3 UPT  yakni UPT Rambutan II, UPT Rambutan III dan UPT Parit II,,,
          Baca selengkapnya,,, http://www.depnakertrans.go.id/microsite/KTM/?show=p17
 

Selasa, 11 Desember 2012

50 Transmigrasi Siap Dikirim ke Ogan Ilir Sumsel Tahun 2013


INDRAMAYU, (PRLM),- Sebanyak 50 orang transmigran asal Kab.Indramayu siap untuk dikirim ke Kab. Ogan Ilir Provinsi Sumatra Selatan. Para transmigran ini akan ditempatkan di kawasan transmgirasi UPT Tanabang Kecamatan Muara Kuang. Kepastian ini didapatkan setelah Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah dan Bupati Ogan Ilir Ir. H. Mawardi Yahya melakukan penandatanganan kerjasama tentang penyelenggaraan program transmigrasi.

Kewirausahaan di KTM Rambutan Parit Kabupaten Ogan Ilir


A.    PENDAHULUAN

Untuk memacu pertumbuhan wirausaha baru di lokasi transmigrasi dibentuk Himpunan Wirausaha Transmigrasi (HWTrans), Himpunan Wirausaha Transmigrasi (HWTrans) ini terbentuk dari kelompok-kelompok wirausaha yang ada di pemukiman transmigrasi, yang pada akhirnya nanti diharapkan dapat meningkatkan perekonomian, menciptakan lapangan kerja baru dan mempercepat pembangunan di kawasan transmigrasi.

Sebagaimana yang dicanangkan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk mendidik ratusan ribu transmigran untuk menjadi wirausaha. Kegiatan ini melibatkan ribu transmigran di 44 Kota Terpadu Mandiri di Indonesia untuk mengikuti pelatihan kewirausahaan (entrepreneurship).

Kelompok ini dibentuk sebagai wadah para pelopor kewirausahaan dalam menjalankan fungsi pendampingan, mitra, fasilitator kewirausahaan, akses permodalan, teknologi dan implementasi usaha di kawasan transmigrasi.

B.     KELOMPOK KEWIRAUSAHAAN

Pada bulan September Tahun 2012 yang lalu Kota Terpadu Mandiri Rambutan-Parit telah berhasil membentuk 7 kelompok wirausaha serta melatih dan memagangkan 20 orang calon wirausaha, setelah dilakukan pelatihan dan pemagangan wirausaha tersebut diberikan pemodalan peralatan usaha pada awal Desember 2012 yang lalu. Kelompok wirausaha tersebut terdiri dari :
1.     Wirausaha Bengkel Motor.
2.     Wirausaha Bakso.
3.     Wirausaha Kerupuk.
4.     Wirausaha Keripik.
5.     Wirausaha Kue.
6.     Wirausaha Tenun Songket.
7.     Wirausaha Tahu.

Kegiatan saat ini masih dalam tahap pemasangan peralatan dan produksi perdana direncanakan akan dimulai pada awal Januari 2013.

C.     PENDAMPINGAN KEWIRAUSAHAAN

Dalam Pelaksanaan Program pendampingan ini diperlukan ketersediaan sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas yang mampu berperan sebagai fasilitator, komunikator dan dinamisator selama program berlangsung dan berfungsi sebagai konsultan sewaktu diperlukan oleh kelompok. Perubahan perilaku masyarakat untuk mandiri dan kreatif dalam mengembangkan usaha produktif merupakan fokus program pendampingan. Tenaga pendamping dapat berasal dari tenaga pendamping lokal di wilayah setempat (tokoh masyarakat, penyuluh) maupun tenaga pendamping yang berasal dari luar (LSM, Perguruan Tinggi)  sepanjang memenuhi kriteria pendamping.

Sebagai Pendamping Kewirausahaan Kota Terpadu Mandiri Rambutan-Parit adalah Lembaga Swadaya Masyarakat “Putra Sriwijaya” yang mempunyai kompetensi tinggi terhadap pembangunan daerah khususnya ke pemberdayaan masyarakat kurang maju. Lembaga Swadaya Masyarakat “Putra Sriwijaya” ini berperan sebagai fasilitator, komunikator dan dinamisator selama program berlangsung dan berfungsi sebagai konsultan sewaktu diperlukan oleh kelompok.